Pengalaman Kursus IELTS di IALF Kuningan

Tepat beberapa minggu setelah berakhirnya kursus IELTS di LBI UI saya memutuskan mengambil kursus IELTS di IALF Kuningan Jakarta Selatan. Pada postingan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman kursus IELTS di LBI UI yang terkesan positif dan recomended. Yap, memang secara pilihan waktu sangat fleksible, biaya kursusnya murah dan metode pengajarannya pun recomended bagi sebagian orang, tapi tidak untuk saya pada saat itu.Hehehe..

Beberapa alasan diantaranya adalah ketika saat saya memilih jadwal kursus hari sabtu jam 08.30 – 13.00, saya tidak menyadari resiko bahwa saya akan “mengorbankan” waktu prime time saya bersama keluarga, seperti jalan-jalan atau sekedar menghadiri resepsi pernikahan teman/ saudara. Alasan lainnya adalah saya membutuhkan jam belajar yang lebih banyak dengan suasana yang lebih kompetitif. Walaupun sebenarnya bisa menggunakan media online seperti Youtube, akan tetapi suasana kompetisinya akan berbeda apabila kita belajar bersama di kelas.

Pengalaman Kursus IELTS di IALF Kuningan

Pertimbangan Kursus di IALF Kuningan

Terlepas dari muuaahhhalnya biaya kursus di IALF kuningan jakarta, beberapa alasan saya memilih kursus IELTS di IALF kuningan, antara lain IALF kuningan menyediakan kelas program semi-intensif selama 50 jam, yaitu pada hari selasa – jumat jam 18.30 – 21.00 selama 5 minggu, yang dapat diikuti oleh pekerja seperti saya. Waktu belajar dikelas tiap malam seperti ini cocok bagi saya, karena saya anggap seperti lembur biasa. Alasan berikutnya adalah pengajar IELTS di IALF bule alias native speaker dengan aksen british yang khas. Alasan terakhir adalah dekat dari kantor, cukup mengendarai motor selama 15 menit dari kantor sudah sampai di lokasi.

Biaya Kursus di IALF Kuningan

JIka dibandingkan dengan LBI UI, biaya kursus di IALF kuningan sangat mahal. Bisa di bayangkan, kalau di LBI UI dengan 1.300.000,- kita bisa mengikuti kelas IELTS selama 52 jam, maka di IALF kita harus merogoh (merampok lebih pas) kantong lebih dalam lagi yaitu 4.500.000,- untuk belajar selama 50 Jam.

“ono rego ono rupo” begitu kata pribahasa, yang artinya ada harga ada rupa (kualitas). Terkesan sedikit pragmatis :D. Kata kualitas disini, bukan berarti kualitas IALF lebih baik dibanding LBI UI. Akan tetapi dengan membayar lebih mahal, saya pribadi menjadi lebih nyaman belajar dalam suasana yang kompettif dan juga tidak mengorbankan waktu prime time saya bersama keluarga.

Suasana Kursus di IALF Kuningan

Suasana belajar di IALF Kuningan Jakarta sangat kompetitif, karena peserta kursus adalah para pemburu beasiswa,sehingga semuanya memiliki target yang sama yaitu mencapai score IELTS minimal 6.5. Setiap hari instruktur kami, David seorang native yang berasal Wales,UK, selalu memulai kelas dengan pemanasan simulasi speaking test. Para peserta biasanya berpasangan dan diberikan waktu masing-masing sekitar 10 menit untuk eksplor jawaban. Setelah simulasi speaking dilanjutkan dengan simulasi listening, reading dan writing.

Walaupun lebih banyak berperan sebagai stimulan, David sering memberikan tips dan triks bagaimana menjawab soal-soal IELTS terutama writing test dan speaking test. Saya dan teman-teman yakin bahwa dengan smulasi speaking – listening – reading – writing setiap hari selama 5 minggu, pasti akan mendongkrak score IELTS. Dan terbukti, seminggu setelah kursus berakhir, mumpung masih hangat, kami langsung mendaftar test IELTS. Dan hasilnya pun, nggak malu-maluin… sudah bisa buat daftar beasiswa LPDP πŸ˜€

Pengajar dan fasilitas di IALF Kuningan

Pengajar di IALF adalah native speaker, yang juga rater untuk speaking dan writing pada ‘the real’ IELTS Test. Berdasarkan pengalaman saya, pada saat David masuk kelas, pada awalnya mungkin kita akan kesulitan memahami perkataannya, hal ini dikarenakan aksen britishnya yang kental, akan tetapi lama-lama akan terbiasa juga :D. Untuk fasilitas di IALF Kuningan, selain terdapat pantry tempat kami nongkrong sambil ngopi-ngopi sebelum kelas dimulai juga terdapat perpustakaan yang dapat diakses dan meminjam buku selama kita masih menjadi peserta kursus

Mengutip dari postingan sebelumnya, sebagaimana lembaga bahasa lainnya seperti LBI UI, kita tidak dapat mengharapkan ekspektasi terlalu besar ke IALF, karena para pengajar hanya memfasilitasi serta memberikan tips dan triks yang cepat dan mudah dalam menghadapi test IELTS. Kita tetap harus belajar secara mandiri. Gunakan semua resource yang ada untuk meng-upgrade score IELTS dengan banyak berlatih soal.Β  Alternatif lain bisa belajar online via Youtube atau search materi dengan bantuan Google.

Yang mau Kursus IELTS di IALF, nih alamatnya :

Demikian pengalaman saya saat kursus IELTS di IALF Kuningan, Jakarta Selatan, Semoga Bermanfaat.

Konser musik jalanan di kota York, England

Advertisements

23 thoughts on “Pengalaman Kursus IELTS di IALF Kuningan

    • Iya mba, kadang kalo gratis atw murah saya nya gak serious… Hehe..

      Padahal mah kalo kualitas di UI dan IALF sama2 bagus..

      Itu sy “memaksa” diri saya sendiri mba, masak dah bayar mahal gak lolos passing grade.. Hehe..

      Like

  1. Saya juga pengen ikut kelas bahasa Inggris semi intensiv. Tujuannya bukan untuk dapat nilai/skor yang disyaratkan untuk dapat beasiswa, tapi pengen bicara cas, cis, cus dalam bahasa Inggris dan gak melongo gak nerti waktu si bule bicara, πŸ™‚
    “ono rego ono rupo” hehehe…
    Saya ikut training wi di ui salemba berbayar (dari kocek dhewek) belasan juta. Memang gak ada yang gratis kalau mau nambah ilmu dan relasi.

    Liked by 1 person

  2. Wah ini nih tempat kursus yang nyaris saya masuki tapi ga jadi karena mahal haha. Tapi benar Abah, semahal dan sebaik apapun tempat kursusnya kalau dari kita sendiri ga ada niat kuat untuk belajar sendiri diluar belajar ditempat kursus (dirumah, dari internet, belajar bareng teman) maka hasil yg didapat ga akan maksimal. Ya istilahnya, hasil maksimal didapat dari seberapa keras usaha kita *pengalaman belajar bahasa Belanda disini 😁

    Liked by 1 person

    • Iya bener mba.. Akhirnya kembali ke kita juga yah πŸ˜€

      Itu saya maksa mba..

      Mem-push diri sendiri, dah bayar mahal masak gak lolos passing grade :p Memang kadang harus begitu ya.. Hehe..

      Like

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, Abah Shofi… alhamdulillah, melalui kursus seperti ini pasti dapat menambah ilmu baru dan berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. Saya suka mendengar British accent kerana ada nada lembut dalam bicaranya. Salut ya sudah berjaya melaluinya.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    Liked by 1 person

  4. assalamualaikum warrahmatullahi wabaarakatuh..
    mau minta sarannya nih abah, kalo misal grammar kita masih acak2an itu sebaiknyaa les dimana ya? apakah di LBI ui itu diajarkan dari dasar atau bagaimana?
    misalnya ingin mengambil beasiswa ke uk ..
    terima kasih.

    Like

    • ‘Alaikumsalam warahmatullah wabarokaatuh
      Kalo ikut kursus di LBI UI memang ada kelas general English mas Hendi. Kalo memang mau dari awal, ikut kelas general English dulu baru ikut kelas IELTS. Satu program bisa menghabiskan waktu 3-4 bulan. Artinya setelah ambil kelas general English baru ambil program IELTS.
      Tergantung mas Hendi planningnya gimana. Kalo mau efektif ya langsung ambil kelas persiapan IELTS aja mas. Saya dulu juga grammarnya acak-acakan hehehe πŸ˜€

      Like

  5. Halo ka, saya boleh tanya? ditulisan kk ada tulisan 4.500.000 untuk 52 jam. Apa itu benar? kelas persiapan IELTS kah yg diambil? mohon infonya ka, terima kasih πŸ™‚

    Like

    • Halo juga mba Diah
      Waktu saya daftar kursus memang segitu mba tarifnya (Saya ambil kelas persiapan IELTS). Tapi saya kurang tau sekarang apakah ada perubahan harga.
      Silakan langsung cek ke websitenya aja (ialf.edu)

      Like

  6. masi bingung milih yg di ui atau di ialf? kalau boleh tau kelebihan dari segi metode pembelajaran di ialf ini dibandingkan dg yg ui apa ya,mas?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s