Ini grup apa kuburan? Sepi amat.. Ane ijin left ya!

Aplikasi WhatsApp, jika dibanding dengan aplikasi seperti seperti Line, Telegram, BBM, Facebook Messenger adalah aplikasi yang paling aktif digadget saya.  Bagaimana tidak, mulai dari grup SMA, kuliah, komunitas, kantor, sampai dengan grup pengajian. Masing-masing grup tadi ada turunannya, kalau ditotal tidak kurang dari 20 grup saya ikuti.

Selama mengikuti grup di aplikasi WhatsApp, ada fenomena yang menurut saya cukup unik yaitu fenomena left group. Bahkan kadang jadi bahan candaan :D. Left group adalah hak pribadi. Lalu kira-kira alasan apa yang membuat seseorang left dari grup? Mungkin jawabannya variatif, mulai dari yang konyol, baper sampai alasan teknis seperti bikin HP lemot.

“ini grup apa kuburan ? sepi amat.. ane ijjin left ya”,

“Groupnya bikin HP ane hang bro..”

“Jiahhh… Chat ane gak di tanggepin. Males ahh..”

“Si A, tulisannya nyakitin, asal njeplak!, nggak enak ane bacanya bro..”,

“Besok ane mau ngelamar anak gadis orang bro, ane gak mau di bully di grup pas malem penganten..”

Alasan left group whatsappDari varian jawaban diatas, mungkin poin ke-3 dan ke-4 terkesan baper alias bawa perasaan :D. Tapi alasan luapan emosi sesaat ini lah, kalau saya perhatikan di beberapa grup, menjadi alasan utama seseorang left dari group. Disadari atau tidak, left-nya seseorang dari grup akan mempengaruhi persepsi anggota group yang lain. Biasanya diawali dengan pentanyaan: “Eh, kenapa si A left group? Apa saya ada salah kata?”

Jay : “Danang kenapa left ?”

Tom : “Ganti nomer Jay”

Riz : “Ganti nomor dia”

Jay : “Oh.. Siap”

Fenomena left group, apabila dibiarkan berlarut-larut bisa mengurangi esensi nilai kebersamaan atau kekompokan dan bahkan bisa memutus tali silaturahim. Untuk menghindarinya, berikut beberapa tips yang mudah-mudahan bermafaat :

1. Salam, Sapa dan Santun

Biasakan saling menyapa dan menanyakan kabar anggota grup yang lain. Hal yang sederhana, namun dengan saling menyapa dan menanyakan kabar sesama anggota grup adalah bukti bahwa kita peduli dengan yang lain. Tanggapan yang santun dan meng-encourage anggota yang lain pun harus mulai dibiasakan, jangan biasakan mem-bully orang lain di group. Hati-hati lho, doanya orang teraniaya itu makbul 😀

2. Bertanggung Jawab

Jadilah anggota group yang ikut bertanggung jawab terhadap situasi group. Patuhilah aturan yang sudah disepakati di group. Sebagai contoh, apabila admin melarang posting foto, video atau iklan produk maka ikutilah rambu-rambu tersebut.

3. Saling mengenal

Kenali pribadi dan gaya bicara (penulisan) orang lain, sehingga kita dapat dengan mudah bersikap atas tulisan/pendapat orang lain. Kalau merasa tidak setuju atau tersinggung dengan postingan orang lain, bisa japri langsung ke yang bersangkutan atau protes melalui admin group. Dan begitu juga sebaliknya, kita pun harus bisa menempatkan diri, sehingga postingan kita tidak menyinggung anggota grup yang lain.

4. Kopdar

Sesekali tentukan lokasi kopdar, sebagai sarana refreshing dan memecah kebekuan komunikasi saat ini. Undang semua anggota grup, dan bahas sesuatu yang ringan seperti rencana rafting , hiking atau sekedar ngopi bareng. Dengan kopdar, mudah-mudahan hubungan antara anggota grup kembali hangat dan semakin produktif.

 

*Postingan iseng, saat banyaknya chat belum dibaca, sepertinya langsung keluarin jurus pamungkas. Clear Chat ! Supaya HP nggak nge-hang 😀

Menjelang Maghrib, York, February 2016

 

 

Advertisements

40 thoughts on “Ini grup apa kuburan? Sepi amat.. Ane ijin left ya!

  1. Hehe sama pak, WA emang yang paling aktif. Saya telaten ngecheck paling yang personal, kl grup yg sekali buka langsung bejibun biasanya saya silent notif dan dibuka pas lagi nganggur aja (misal: di bus, atau pas lagi bisnis di toilet)… 😀

    Liked by 1 person

  2. Wah banyak juga ya Abah grupnya haha. Saya dulu waktu pakai nomer Indonesia punya grup sekitar 10an. Begitu pindah Belanda langsung saya reduksi jadi 3 saja. Yang satu grup aktif berbagi infonya. Tapi sudah 1 bulan ga saya buka, notifikasinya hampir 11.000 😅 pengen lihat berapa jumlahnya kalo sudah 2 bulan

    Liked by 1 person

    • Iya mbak… itu baru di whatsApp, belum di telegram dan BB :p makanya sering clear chat aja langsung.

      Maakk… 11.000 ? hahaha… itu kalo gadget saya mungkin udah byar pet mbak.. 😀

      Like

  3. Salah satu alasan orang keluar grup WA itu karena grup tsb “terlalu ramai” atau berisik. Padahal menurut saya pribadi gak perlu sampai keluar grup. Kalau gak mau keberisikan tinggal silent grup yg dituju ataupun clear chat kalau chatnya udah numpuk dan malas dibaca. 🙂

    Setuju dgn Abah, keluar grup bisa memutuskan silaturrahim.. 🙂

    Liked by 1 person

  4. Saya malah sudah lama left WA dan BBM sekalian. Kebanyakan habisin waktu doang baca pesan yang kadang gak perlu. Saya lebih suka baca email daripada chat.
    Sekarang ini pimpinan saya sudah menyindir karena saya gak pakai hp pintar. Hp saya cuma bisa tlp dan sms, hehehe…

    Liked by 1 person

  5. Eh, left group ada ilmunya juga nih 😆
    Berhubung masih kuliah, banyak banget grup yang diikuti terkait akademik dan organisasi. Bahkan ada grup dalam grup. Grup A, Grup A1, Grup A1 Khusus, Grup A1 Khusus Cabang A dll -_-

    Liked by 1 person

  6. Kalau Abah aktif di WA, aku malah aktifnya di LINE bah wkwkwk grup LINE yang aku ikutin udah hampir 20an -_- wkwk tapi yang rame sih cuma beberapa. tapi semuanya aku matiin notifikasinya dan sesekali aku cek kalau emang notifnya udah puluhan gitu. kadang nimbrung buat kenalan sama anggota baru, atau nggak ya iseng ngrusuhin wkwkw 😀

    Liked by 1 person

  7. Assalaamua’alikum wr.wb…. saya tidak punya banyak group, hanya whatapp dan telegram sahaja. itu pun kerana dipaksa atas sebab silaturahmi sesama ahli keluarga. Saya lebih senang kalau tidak punya semua group ini. Menurut saya, meninggalkan group itu merupakan hak peribadi seseorang, kenapa perlu dicandakan kalau emangnya sudah tidak berfungsi lagi, baik ditinggalkan aja. Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    Liked by 1 person

  8. Karena ga kuat dengan notif yang bertubi2 dari chat group di WA, aku akhirnya leave group deh. Padahal itu grup alumni SMA.. hahaha. Biarin dah, daripada henpon lobet mulu. Kan menyapa bisa dengan cara lain :).

    Liked by 1 person

  9. Aku nggak keberatan di add sih asal obrolannya berguna. Bercanda sesekali nggak apa2 tapi kalau seharian kok rasanya ibarat orang makan udah kekenyangan, pengin muntah. Apalagi kalau isinya copas tetangga yg panjangnya seperti ngeblog. Yg copas bangga banget gitu, yg baca sebel, ini orang kudet bgt sih. Skrg grup nggak smp 10.

    Liked by 1 person

  10. saya pernah left grup bah.padahal itu grup isinya temen2 kantor yg lama.yang bikin saya left itu grup karena ada anggota grup yg suka posting cerita2 hasil copas-an yg gak senonoh/vulgar.saya komplen ke adminnya gak digubris,japri yg posting jg gak ditanggapi.ya udah saya left 😛

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s