Pertimbangan Memilih Negara Tujuan Kuliah

Setelah berhasil mendapatkan beasiswa dicerita sebelumnya, saya lalu diwajibkan mengikuti pre-departure training (diklat persiapan ke luar negeri) selama 5 bulan. Selain belajar bahasa, kami juga dibekali info studi termasuk kultural. Proses selanjutnya, kami kemudian dipersilakan untuk mendaftar ke universitas masing-masing. Serunya lebih kurang seperti ini…

Berbagai Pertimbangan Memilih Negara Tujuan Kuliah

Untuk beasiswa tertentu yang berasal dari negara donor, kita mungkin ga bisa milih, seperti beasiswa ADS/AAS dari pemerintah Australia, Chevening dari Britain, dan Monbukagakusho dari Jepang. Kebetulan beasiswa yang saya ambil bisa daftar ke universitas manapun di negara apa aja (asal 300 besar dunia). Beasiswa dari LPDP misalnya, juga membuat kita bebas memilih negara dan universitas.

Banyak alasan kenapa seseorang milih negara tertentu. Mungkin impian masa lalu setelah baca novel misalnya, atau memang suka sama kondisi di negara maju tersebut, pengen buat boneka salju (halah), pengen studi sekaligus travelling karena alamnya yang bagus, pengen liat Eiffel, Big Ben, atau patung liberty, semua sah-sah aja. Biaya juga bisa jadi pertimbangan. Seperti Jerman misalnya yang free biaya studi, jadi cukup siapin biaya hidup aja. Ada juga kota-kota tertentu yang biaya hidupnya lebih tinggi dibanding kota lain, misal London dan Edinburg di UK, Boston di US, atau Tokyo di Jepang. Untuk temen-temen yang hunting program doktoral, mungkin bidang keilmuan dan ketersediaan profesor yang sesuai dengan rencana penelitian akan sangat menentukan. Kalo saya kemarin karena memang niat dari awal untuk membawa keluarga, maka sebagian besar alasannya karena dipengaruhi faktor ini.

Pertimbangan Memilih Negara Inggris

Pertimbangan Memilih Negara Tujuan Kuliah

sumber gambar disini

Kenapa saya memilih Inggris/UK? Pertama, karena saya pikir lulusan Jepang dan Australia di tempat saya bekerja udah cukup banyak, jadi saya pengen yang beda. Tadinya sempet pengen Aussie aja, deket dan murah tiketnya (hehehe), tapi kemudian dapat info pendidikan anak disana bayar, makanya ga jadi nyoba kesana. (Pemberi beasiswa saya tidak menanggung biaya untuk keluarga, beda dengan jika saya ambil beasiswa dari pemerintah sana, maka biaya pendidikan anak akan ditanggung -setahu saya). Di UK, pendidikan sampai high school gratis. Kedua, males belajar bahasa (hahaha). Jika memilih -misalnya- Perancis atau Jerman, mau ga mau kan harus belajar bahasa lokal. Bahasa Inggris saja saya masih blang bentong hehehe… Ketiga, sebagai muslim, saya juga mempertimbangkan bagaimana penerimaan masyarakat terhadap muslim. Dan dari info yang saya kumpulkan, UK termasuk salah satu yang welcome.

Memilih universitas dan program studi

Faktor utama penentu -menurut saya- adalah passion alias pengennya, minatnya, pengen jadi ahli dibidang apa, senengnya meneliti apa. Kita nanti yang bakal ngejalanin pahitnya belajar (dan manisnya wisuda hehehe). Kalo bidang yang diambil ga benar-benar sesuai minat, tentu akan berat menjalaninya. Beda kalo memang seneng sama bidang itu, apapun jadi asyik, membaca banyak buku dan mengetahui banyak hal akan seperti orang yang kehausan di padang pasir dapet minuman segar. Apalagi untuk yang lagi nyari program doktoral (seperti yang sudah saya mention diatas), topik penelitian akan sangat mempengaruhi. Salah seorang teman ‘terdampar’ di kota yang belum pernah dia denger sebelumnya karena pas nyari profesor ketemunya ya itu.

Saya kemarin tertarik pengen ngambil MPA (master of public administration) yang ternyata di UK sendiri universitas yang menyediakan program ini sangat terbatas. Kalo kita nyari program yang agak spesifik, siap-siap aja untuk mendapatkan kota atau negara yang mungkin ga begitu terkenal. Seperti teman-teman saya yang nyari program International Taxation, atau seperti saya dulu yang sempet tertarik program petroleum business management, ternyata agak susah nyarinya, hanya universitas tertentu aja yang punya. Beda sama yang mau ngambil misalnya MBA (master of business administration), management, economy, IT, yang hampir semua universitas punya. Untungnya, rata-rata website universitas luar negeri sangat informatif. Sepanjang pencarian saya (dulu), relatif mudah mencari info mengenai program studi, biaya studi, biaya hidup, bahkan suasana kota dan lingkungan kampus.

Lagi-lagi untuk tahap pencarian ini, jangan bosan dan segan bertanya kepada siapapun yang sekiranya bisa memberikan info. Belum kenal pun ga masalah. Kalo sudah memperkenalkan diri toh nanti akan kenal juga, ya kan? Dulu saya dikenalkan dengan temannya atasan di kantor yang dari beliau saya dapat informasi mengenai kampus, rumah, sekolah anak-anak, pekerjaan part/full time, toko makanan halal, hingga tarif childcare. Saya juga mencari info alumni atau mungkin yang sedang studi disana (universitas inceran) dan berusaha menghubungi mereka. Pokoknya cari info sebanyak-banyaknya ya..Ā  Mau ke study ke UK ? Boleh lah tanya2/komen di bawah šŸ˜€

Pertimbangan Memilih Negara Tujuan Kuliah

Ummu Shofi Masih Semangat Belajar šŸ˜€

Advertisements

45 thoughts on “Pertimbangan Memilih Negara Tujuan Kuliah

  1. Hallo mbak salam kenal, hhhhhhaaa aku salah ternyata aku kira si abah yang nulis.
    Memang butuh pertimbangan yang benar benar matang ya mbak plus diskusi dengan abah juga kurasa…
    Lanjut lagi ceritanya gimana proses pindah dan adaptasi di sana hhhhaaaaa mulai kepo aku..

    Liked by 1 person

  2. Dari dulu kepingin banget ngelanjutin study,udah prepare sana sini dan kebetulan suami lagi study di luar juga. Tapi kemudian ikut tes di instasi pemerintah dan alhamdulillah lulus tapi ternyata disana ga bisa sekolah mandiri kecuali disekolahkan. Dan itu entah kapan… mungkin belum rezeki sekolah keluar aja kali ya

    Like

  3. lho… jadi yang kemarin komentar…. di blog saya siapa? abah shofi atau ummu shofi? šŸ˜€

    saya blum kepikiran buat lanjut pendidikan ke lular negeri di dalam negeri aja maju-mundur šŸ˜€

    Like

  4. Hehehe, awalnya memilih negara tujuan itu seperti “shopping” ya. Banyak yang bisa “dilihat-lihat”, dan akhirnya karena pertimbangan tertentu, kita “membeli” satu, hahaha šŸ˜› .

    Dan aku setuju banget. Apalagi untuk program doktoral, minat akan bidang yang diambil sangatlah amat amat penting. Jika ada keraguan, mendingan tidak usah ambil, hehe šŸ™‚ .

    Liked by 1 person

      • Menurut pengalaman dan pengamatanku, jika dari awal sudah ada keraguan justru harus semakin dipetimbangkan matang-matang apakah mau mengambil programnya atau tidak šŸ™‚ . Menurut pengalamanku, dibutuhkan suatu passion yang kuat dan konsisten agar bisa melalui keseluruhan proses riset PhD yang lamaa banget (3 atau 4 tahun, itu pun kalau lancar šŸ™‚ ), dan proses ini sungguh amat tidak mudah. Nah, jadi kalau di awal saja sudah ada keraguan, keputusan harus diambil dengan berhati-hati dengan memikirkan planning 3 atau 4 tahun ke depannya bagaimana šŸ™‚ .

        Liked by 1 person

      • Setuju banget mas Zilko šŸ™‚

        Temen-temen yang lagi ambil doktoral disini keliatan berat banget. Keknya ga ada liburnya juga šŸ˜€ Belajar terus.
        Nanti si Abah aja deh yang lanjut s3, saya bagian support aja hehehe

        Mas Zilko lagi ambil program apa? Temen saya ada yang nyoba daftar ke Delft ga diterima šŸ˜€ Akhirnya terdampar ke Edinburgh dia…

        Like

  5. salam kenal ummu shofi..

    saya kerja di perdagangan. apakah beasiswa spirit ini berlaku untuk kementrian perdagangan?
    trus maksudnya kriteria “tahun kelulusan dari pendidikan akhir” tertera 2 tahun itu apa ya?
    saya selesai S1 tahun 2005.

    makasih infonya šŸ™‚

    Like

    • Salam kenal juga mba Gita šŸ™‚

      Beasiswa SPIRIT hanya untuk untuk 11 kementerian, hanya saja kementerian perdagangan sepertinya tidak termasuk penerima beasiswa ini. Monggo dicek ke web SPIRIT: http://pusbindiklatren.bappenas.go.id/spirit/index.php/profile

      “2 tahun kelulusan dari pendidikan terakhir” itu maksudnya gini, misalnya saya lulus S1 bulan Mei 2014 dan saya ingin mendaftar sekarang (Maret 2016), maka saya tidak lulus persyaratan karena belum 2 tahun sejak lulus dari pendidikan terakhir.
      Semoga menjawab ya mba šŸ™‚

      Like

  6. Waah kereen. Lagi iseng cari2 ttg beasiswa uk dan nyasar ke sini. Awalnya kirain yg study abah shofi, ternyata ummi ya. Aku masih banyak pertimbangan mau apply beasiswa krn sdh ada anak usia 1 th, eh tapi trnyata ummu shofi anaknya udh 3 yaa hihi. Btw, di sana abah shoffi kuliah juga kah? Kerjanya gmn?

    Like

    • Salam kenal mba Rani (maaf kalo salah nama)
      Nama blognya lucu šŸ˜€ Kalo rumah-hijaunya ganti cat, blognya ganti nama juga ya mba? hehehe

      Alhamdulillah kebetulan saya kmrn ada kesempatan nyoba apply duluan dan disupport sama abah shofi, jadi sampailah kami kesini šŸ™‚
      Saya niatnya memang buat anak mba, jadi memang akan bawa keluarga. Abah shofi sempet nyoba apply beasiswa, tapi belum rejeki kami, jadi kesini ijin cuti dulu kerjanya. So far, abah tiap hari anter-jemput bocah, ngotak-atik blog (hehehe) dan nyoba nyari kerja disini (salarynya lumayan banget meski kerja jadi cleaner atau cuci piring di resto misalnya).
      Banyak temen-temen disini yang bawa keluarga, suaminya kerja dan alhamdulillah lumayan buat nabung. Kalo ada rejeki bisa beli mobil (disini mobil murah banget, 6 juta udah bisa beli mobil hehehe) trus nyoba kerja jadi delivery (resto take away banyak yang buka lowongan delivery). InsyaAllah ada aja mba kerjaan kalo mau serius nyari (meskipun ga gampang juga sih, asal sabar aja)

      Asal keluarga (terutama suami) dukung, insyaAllah biasanya mudah mba…
      Kalo mau konsul atau nanya-nanya yang lain, please feel free to ask ya mba šŸ™‚
      Senang bisa berbagi ^_^

      Like

      • Panggil sayah Yulia saja hehe. Waah gitu ya. Iya nih sebenernya London pun jd salah 1 negara yg ingin dijejaki hanya saja sejak dulu saya susah sekali dapat izin orgtua. Eeh sekarang muncul lagi keinginan tapi pertimbangan udh ada buntut, jadinya maju mundur semangatnya. Si Abang tapinya udh pns heuu bisa nggak ya. Nanti tanya2 lagi boleh yaa. Makasi banyak ummu shofi ;D

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s